Schok, kaget, terpana. Menyusul kemudian rasa prihatin dan sedih yang mendalam. Itulah yang terhayati setelah membaca dan mendengar berita tentang remaja A (18 tahun) membunuh teman sepermainan serta mengancam teman lainnya untuk tidak membuka mulut dengan menempelkan pisau di leher.

Peristiwa ini terjadi di salah satu perumahan di Serpong, Jawa Barat, pada tanggal 13 Oktober 2000. Belasungkawa yang mendalam penulis sampaikan pada keluarga korban diiringi doa tulus agar arwah almarhum I di terima di sisi Tuhan Yang Maha Kasih. Amien.

“Remaja pembunuh berdarah dingin”, sebutan itulah yang diberikan pada A. Selanjutnya, tentu saja timbul berbagai pertanyaan beruntun, misalnya tentang mengapa A berperilaku sampai sedemikian beringas. Pertanyaan lain, bagaimana mungkin ia mampu melakukannya terhadap teman sepermainan…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)