Apa sebabnya ibu tiga anak yang juga adalah sarjana psikologi pendidikan ini sampai menangis berjam-jam lamanya, karena guru anak-anaknya? Juga dalam suasana Idul Fitri ini saya mohon maaf atas kesalahan-kesalahan saya, terutama bagi surat-surat yang belum sempat ditanggapi.

Yang paling lembut – Ny “pemerhati” di Jkt
Ibu Leila yang baik, sesudah kejadian Mei 1998, saya (ibu tiga anak – dua remaja, satu berusia 10 tahun – dan sarjana psikologi pendidikan) jadi tersadar bahwa kita semua sangat rentan dengan bahaya. Saya takut kehilangan orang-orang yang saya cintai, suami dan anak-anak. Saya menghabiskan waktu selama 24 jam untuk mengurus anak-anak dan rumah tangga, antar-jemput anak-anak ke sekolah, les saya tunggu meski lamanya 2-3 jam, juga nonton dan main CS. Ibaratnya mereka selalu ada dalam pengawasan saya, sampai mereka tergores sedikit saja saya tahu. Bisa ibu bayangkan kedekatan saya dengan anak-anak…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)