Surat ini ditulisnya dengan menangis, mengapa?

Trauma Suara Telepon – Ny Net di J

Ibu Leila yth, tragedi yang menimpa bapak WI yang kematian istrinya (dimuat di Kompas Minggu April lalu) telah membuka mata dan pikiran saya. Saya tergugah sebab saya mengalaminya. Saya telah kehilangan papa yang begitu amat sayang dan memperhatikan anak-anaknya. Dengan menangis, saya menulis surat ini sebab rasa berdosa yang sangat besar dan rasa menyesal yang tak kunjung habis ini sudah menghantui saya seumur hidup.

Saya seorang cewek (36) dari tujuh bersaudara. Ketika saya kecil, papa dan mama mempunyai warung makanan. Papa selalu mendidik kami dengan keras, apalagi aku lebih sering dipukuli dibanding kakak atau adikku. Papa-mama selalu bertengkar soal uang sebab mama terlibat utang piutang. Ketika warung mulai bangkrut, akhirnya dibeli murah oleh pamanku yang kaya. Kami semua kebingungan mau tinggal di mana…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)