Ibu, saya mempunyai anak perempuan bernama L (22), mahasiswi jurusan ekonomi manajemen di suatu perguruan tinggi. Prestasi studinya cukup baik, namun ia memiliki kebiasaan buruk yaitu mencuri. Bila diteliti, barang yang dicuri sama sekali tidak berharga. Saya selalu memberinya uang saku yang sebenarnya jumlahnya jauh lebih besar dan bila ia menginginkan barang yang dicuri ia bisa membelinya karena saya membebaskannya untuk menggunakan uang saku yang saya berikan.

…Saya menasehatinya bahkan sesekali menegurnya dengan keras untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi, tetapi lagi-lagi ia ketahuan mencuri…Saya bingung, ada apa dengan anak saya itu?…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)