“Ibu, sebenarnya saya memilih K sebagai suami bukan tanpa dasar. K adalah salah satu peminat saya yang pada saat pendekatan, bahkan sampai saya memutuskan K adalah pacar saya karena K baik sekali. Dia penuh perhatian, selalu menolong, penuh kasih, dan sangat perhatian pula dengan segala kejadian di keluarga saya. Kecuali itu K juga sangat saleh, beribadah selalu tepat waktu, dan tidak pernah alpa. Saya pikir, wah inilah orang yang tepat untuk saya jadikan suami.

Kami menikah setelah sekitar satu tahun berpacaran. Tetapi, apa lacur, Bu, beberapa bulan setelah menikah K berbalik sikap. K lebih suka bersama teman-temannya untuk hobinya bersepakbola. Sering K pulang dari kantor hanya menelepon untuk memberi tahu bahwa ia dan kawan-kawannya memesan kamar hotel untuk menonton pertandingan sepak bola dunia bersama…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

take-it-for-granted-kecenderungan-sikap-pasangan-pasca-pernikahantake-it-for-granted-kecenderungan-sikap-pasangan-pasca-pernikahan1

atau download kliping ini (PDF)