Pilihan pada bidang studi yang “salah”, baik karena berubah minat atau karena berbeda antara keinginan orangtua dan anak, seringkali membuat pusing dan menjadi persoalan panas alam keluarga. Kasus demikian telah diangkat pada tanggal 20 April lalu yaitu mengenai putri Bapak A (22) yang nyaris menjadi dokter, namun tidak mau menjadi seorang dokter.
Sejak semester empat anak tunggal ini tidak menyukai bidang itu. Pertentangan antara ingin membahagiakan orangtuanya dan tidak suka pada bidang kedokteran ini terus bergumul dalam dirinya. ia menulis kepada ayahnya…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)