Posts from the ‘Meninggal’ Category

Menyesal Seumur Hidup

Surat ini ditulisnya dengan menangis, mengapa? Trauma Suara Telepon – Ny Net di J Ibu Leila yth, tragedi yang menimpa bapak WI yang kematian istrinya (dimuat di Kompas Minggu April lalu) telah membuka mata dan pikiran saya. Saya tergugah sebab saya mengalaminya. Saya telah kehilangan papa yang begitu amat sayang dan memperhatikan anak-anaknya. Dengan menangis, [...]

Depresi dan Prestasi Belajar

Sejak kematian sahabatnya, Boni, temperamen Didi (18) jadi berubah. Dia jadi mudah tersinggung, cepat marah, dan sangat agresif. Dia tidak pernah lagi datang dalam kegiatan di sekolah, bahkan sering bolos sekolah. Semua orang mengeluh karena perangai barunya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa perubahan itu terjadi karena Didi sangat kehilangan temannya…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di [...]

Pasanganku Meninggal (Tanggapan Pembaca)

Kasus kematian pasangan Bapak WI tampaknya telah menggugah pembaca (Kompas Minggu, 12 Januari 2003) sampai beberapa kali melayangkan tanggapannya…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)… Catatan: Kolom pertama hal.1 berlanjut ke kolom pertama hal.2 dan seterusnya. atau download kliping ini (PDF)

Pasanganku Meninggal

Kita tidak luput dari kematian. Kedua penulis surat ini telah mengalaminya. Apa yang dapat kita pelajari dari mereka? “Akan saya siram setiap hari” – Bpk WI di Jkt Ibu Leila Yth, istri saya sewaktu meninggal “mewariskan” beberapa anjing mini yang diantaranya ada yang lahir buta, dan kebun anggrek. Bahwa seorang istri meninggal banyak dialami orang [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.