kliping, Konflik Keluarga, menikah, pasutri, Pernikahan, psikologi
In Konflik Keluarga, Pernikahan on 31/08/2009 at 19:12
Ketika harus memilih, perempuan sering kali berada pada posisi sulit antara keluar dari lingkaran kekerasan atau menjaga keutuhan keluarga. Yang terakhir lebih sering dipilih perempuan walaupun kekerasan dari pasangannya tak juga mereda…
Dear Rifka Annisa,
Saya Intan (33), 10 tahun lalu menikah dengan Ron (38). Tidak ada yang istimewa dalam pergaulan kami sebelum menikah, tetapi kami tidak sempat berpacaran seperti layaknya teman-teman lain. Saya mengenal Ron dari salah satu teman saya. Keluarga kami sangat mendukung kami untuk berpacaran, bukan hanya sekedar berteman. Ron sopan dan cukup tampan. Kami berdua datang dari keluarga yang cukup terpandang di lingkungan kami. Kami sama-sama sarjana. Pokoknya dilihat dari luar, oke semua, maka menikahlah saya dan Ron.
Sejak awal pernikahan, saya merasa ada yang kurang klop dengan komunikasi di antara kami, terutama ketika saya sedang berdua dengannya. Ada saja kesalahan yang menurut Ron saya lakukan… (Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…


atau download kliping ini (PDF)
Kekerasan Dalam Keluarga, kliping, Konflik Keluarga, pasutri, Pelecehan Seksual, Pernikahan, psikologi
In Kekerasan Dalam Keluarga, Konflik Keluarga, Pelecehan Seksual, Pernikahan on 31/08/2009 at 19:07
Apa yang membuat korban ini masih bertahan dan akhirnya tidak tahan lagi?
Ny “Merana” di Tg
Ingin rasanya saya bertemu Ibu buat menumpahkan beban batin yang selama ini menggerogoti jiwa saya. Diri ini seperti sudah tidak berdaya lagi. Bila tidak sayang kepada anak-anak dan tidak takut dosa, sudah sejak lama saya bunuh diri.
Bagaimana tidak bingung, dulu saya menikah dengan papanya anak-anak sebab saya anggap dialah pria yang bertanggung jawab. Ketika itu umur saya sekitar 23 tahun. Karena orangtua saya tidak setuju, kami kawin lari. Ternyata pilihan saya meleset…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)
dikhianati, kliping, Konflik Keluarga, pasutri, Pernikahan, psikologi, selingkuh, tidak setia
In Konflik Keluarga, Pernikahan on 31/08/2009 at 19:03
“Hari ini saya benar-benar serasa menjadi orang yang paling berbahagia di dunia, Bu! Hubungan saya dengan suami sangat mesra, terutama dalam satu minggu terakhir. Dari kantor suami beberapa kali menelepon saya, menanyakan apa yang sedang saya lakukan dan yang paling penting adalah bahwa ia selalu mengakhiri telepon dengan mengatakan bahwa ia sangat kangen pada saya. Demikian Ny.K (45), ibu rumah tangga yang tidak memiliki karier mandiri.
Tuan dan Ny.K adalah pasangan yang sudah menikah selama 23 tahun dengan dua anak yang berangkat dewasa, namun seringkali bertengkar. Pada saat masih dalam masa bertunangan, K tertangkap berselingkuh dengan salah satu kawan Ny.K. Kejadian tersebut membuat Ny.K terbelalak dan begitu kecewa. Di dalam hati dia berkata, “Awas kubalas nanti.” Dan memang, Ny.K membalas dengan menjalin hubungan dengan teman laki-lakinya…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…


atau download kliping ini (PDF)